Home Kabar Kampus DOSEN IAIDA MENGIKUTI PELATIHAN PENGABDIAN BERBASIS RISET DI PASURUAN

DOSEN IAIDA MENGIKUTI PELATIHAN PENGABDIAN BERBASIS RISET DI PASURUAN

91
0

Trawas_Forum Komunikasi Dosen Peneliti (FKDP) wilayah kopertais IV Surabaya sukses melaksanakan kegiatan Pelatihan Pengabdian Masyarakat Berbasis Riset (Metodologi PAR, ABCD, CBR dan Service Learning) di Hotel Permata Biru Trawas Pasuruan. Sejumlah 110 peserta yang mengikuti pelatihan datang dari 42 perguruan tinggi di bawah naungan Kopertais IV Surabaya. Kegiatan yang dilaksanakan selama 2 hari, 29-30 Januari 2018 ini memberikan kesan menarik bagi peserta. “Senang bisa mengikuti pelatihan ini, selain menambah wawasan tentang metode pengabdian berbasis riset dan tekhnik penyusunan proposal pengabdian yang baik, tempatnya sangat menarik, di puncak bukit”, ungkap Siti Mazida dari STAIFAS Kencong.

Sementara itu Dosen dari IAI Darussalam Blokagung yang mengikuti kegiatan ini sejumlah 11 orang notabene anggota LPPM. Lely Ana Ferawati Ekaningsih, SE., MH., MM., Ketua LPM IAI Darussalam Blokagung yang juga panitia pelaksana menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan ini sebagai bekal pelaksanaan KKN agar tidak hanya dengan satu metode, selain modal penyusunan proposal pengabdian. “Selama ini KKN rata-rata di setiap kampus menggunakan metode PAR, pendampingan dosen kepada masyarakatpun mayoritas menggunakan PAR, padahal ada banyak metode pengabdian yang secara tepat dipilih sesuai dengan kebutuhan masyarakat, misalnya metode ABCD digunakan dalam merubah paradigma masyarakat untuk memberdayakan mereka agar bisa mengembangkan aset yang sudah dimiliki”, jelasnya.

Dr. Abdul Muhid, M.Si, yang menjadi pelatih dalam pelatihan pengabdian ini sangat berharap outputnya peserta bisa melakukan pendampingan yang benar pada masyarakat, karena menurutnya selama ini dosen pengabdi lebih sering memberikan pelatihan bukan pendampingan yang intinya menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk memberdayakan potensinya. “Diantara kata kunci pendampingan masyarakat adalah menumbuhkan kesadaran mereka atas potensi dan aset yang dimiliki”, jelas pembina FKDP ini. Lebih lanjut dosen pegiat kegiatan penelitian dan pengabdian di Kopertais IV yang sering disapa DM ini berpesan. “Dosen pengabdi tidak boleh hanya memberikan pelatihan, seperti yang selama ini, karena selepas pelatihan masyarakat hanya mendapatkan materi, mereka tidak punya kesadaran dalam gerakan dalam memanfaatkan potensi dan asetnya untuk meningkatkan kesejahtraannya. Nah ini yang menjadi tanggung jawab dosen pengabdi, merubah maensetnya dalam melakukan pendampingan masyarakat sebelum merubah mainset masyarakat menjadi sadar akan potensi dan asetnya serta mau bergerak untuk meningkatkan kesejahtraannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here