Home Kabar Kampus IAIDA Blokagung Gelar KKN PAR di Kecamatan Songgon dan Singojuruh

IAIDA Blokagung Gelar KKN PAR di Kecamatan Songgon dan Singojuruh

90
0
Lengkap : (dari kiri) Danramil Kapten Rakup, Kapolsek AKP Bakin, Camat Wagianto, Rektor IAIDA KH. Ahmad Munib Syafaat, Ketua LPPM H. M. Alaika Nasrullah, anggota senat IAIDA Joko Supriyono

SONGGON – Sebanyak 273 mahasiswa Institut Agama Islam Darussalam ( IAIDA ) Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, mengikuti program Kuliah Kerja Nyata Partisipatory Action Research ( KKN PAR ) yang dipusatkan di Kecamatan Songgon dan Singojuruh.

Program KKN PAR dengan waktu sebulan itu, dilepas oleh Rektor IAIDA Blokagung, KH. Ahmad Munib Syafaat dalam upacara yang di gelar di kantor Kecamatan Songgon kemarin (31/7). Hadir dalam acara itu, Camat Songgon, Wagianto, Kapolsek AKP Bakin, dan Danramil Kapten Rakup.

Rektor IAIDA Blokagung, KH. Ahmad Munib Syafaat mengatakan, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tapi juga memiliki tanggung jawab terhadap perubahan sosial yang ada. “Mahasiswa dituntut untuk mengabdi dan mengaplikasikan ilmunya, ini program tahunan di IAIDA Blokagung” katanya.

KKN yang dilaksanakan oleh IAIDA ini, terang dia, berbeda dengan KKN pada umumnya. Dalam KKN PAR ini para mahasiswa harus bisa menunjukkan pengabdiannya dengan ikut dalam problem solving bersama masyarakat. “Mahasiswa harus membaur dengan masyarakat, dan harus bisa menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat bersama masyarakat,” ujarnya.

Melalui KKN PAR ini, terang dia, disamping bisa membantu masyarakat dalam mencapai pemberdayaannya, bagi para mahasiswa akan mampu belajar bersama masyarakat untuk memahami dan memecahkan masalah. Sehingga memperoleh pengalaman dan pengetahuan dari kehidupan nyata di masyarakat. “Mempertajam kepekaan, empati, simpati, dan kepedulian sosial para mahasiswa terhadap berbagai masalah sosial yang terjadi di masyarakat,” cetusnya.

Dengan KKN PAR ini, lanjut dia, diharapkan para mahasiswa memiliki sikap tanggap aksi dalam menangani masalah sosial, sehingga bisa membentuk mahasiswa yang dinamis, konstruktif, dan reformis. “Mahasiswa bisa improvisasi dan inovasi dalam pemecahan problem social,” ungkapnya.

KKN PAR : Rektor IAIDA Blokagung, KH. Ahmad Munib Syafaat saat menyampaikan sambutan dalam pembukaan KKN PAR di kantor Kecamatan Songgon, kemarin (31/7).

Ketua Lembaga Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IAIDA Blokagung, H. M. Alaika Nasrullah mengatakan, dalam KKN PAR 2018 ini diikuti oleh 273 mahasiswa dengan rincian 121 mahasiswa yang terbagi dalam sembilan kelompok, dan 152 mahasiswi yang terbagi dalam 11 kelompok. “Untuk 121 mahasiswa kita tempatkan di Kecamatan Songgon, sedang 152 mahasiswi di Kecamatan Singojuruh,” terangnya.

Gus Alaik, sapaan H. M. Alaikan Nasrullah, menyebut dari 273 mahasiswa yang mengikuti KKN PAR itu berasal dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam, dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. “IAIDA ada tiga fakultas dan enam program studi,” ungkapnya.

Dalam KKN PAR yang digelar IAIDA Blokagung ini, jelas dia, para mahasiswa dituntut untuk bisa menyelesaikan persoalan dalam masyarakat, baik dalam bidang kehidupan, lingkungan, atau ekonomi. “Selama KKN PAR ini kita gelar, banyak peninggalan yang dibuat di lokasi KKN PAR,” cetusnya.

PENYERAHAN : Rektor IAIDA Blokagung, KH. Ahmad Munib Syafaat (kanan) menyerahkan peserta KKN PAR pada Camat Songgon Wagianto, kemarin (31/7).

Saat KKN PAR 2017 yang digelar di Kecamatan Bangorejo dan Gambiran, masih kata dia, para mahasiswa bersama masyarakat setempat mengembangkan olahan buah naga, olahan limbah tahu, keterampilan, dan lainnya. “Setelah selesai KKN, usaha itu bisa dikembangkan oleh masyarakat,” katanya.

SEMANGAT : Suasana pembukaan KKN PAR IAIDA Blokagung yang dihadiri oleh kepala desa yang ada di Kecamatan Songgon dan Singojuruh bersama peserta KKN PAR, kemarin (31/7).

Di antara mahasiswa juga ada yang memanfaatkan limbah di sekitar rumah dengan dibuat aneka keterampilan. Selain itu, juga ada yang menginspirasi pentingnya koperasi dan pengelolaan keuangan. “Juga ada yang membentuk lembaga konsultasi keluarga di tingkat desa,” paparnya. (abi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here