Home Kabar Kampus Khotmil Qur’an IAIDA Blokagung

Khotmil Qur’an IAIDA Blokagung

55
0
Semangat : Mahasiswi Beasiswa Tahfidz Qur’an sedang melantunkan ayat suci Al-Qur’an

Blokagung – Pembukaan Khotmil Qur’an Institut Agama Islam Darussalam (IAIDA) Blokagung Banyuwangi dimulai pagi ini (10/10/18), pukul 07.30 WIB sampai pukul 08.00 WIB. Musholla IAIDA yang berada di lantai 3 menjadi tempat dilaksanakannya Khotmil Qur’an yang akan dilaksanakan secara berkelanjutan. Khotmil Qur’an dilaksanakan oleh mahasiswa yang mendapatkan beasiswa Tahfidz Qur’an sebanyak 50 mahasiswa yang terdiri dari Mahasiswa MPI 14 orang, PBA 19 orang, ESy 4 orang, TBig 6 orang, TBin 6 orang dan BKI 1 orang. Kegiatan ini dipimpin dan dikoordinasi langsung oleh Wakil Rektor III, Bapak Drs. H. M. Khozin Kharis, M.H. sebagai kepala bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama IAIDA Blokagung.

Kegiatan Khotmil Qur’an ini akan menjadi kegiatan rutin yang ada di kampus sebelum dimulainya mata kuliah dan kegiatan belajar mengajar. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan para mahasiswa akan memulai harinya dengan hati tenang dan bersih, dengan seperti itu maka diharapkan ilmu pengetahuan yang akan diterima dalam kegiatan belajar menjadikan ilmu yang bermanfaat serta barokah ke depannya.

Menyimak : Mahasiswa Tahfidz Qur’an sedang menyimak Khotmil Qur’an

Kegiatan yang dilaksanakan di Musholla IAIDA baru ini, akan di isi oleh 5 sampai 9 mahasiswa setiap paginya sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan oleh Wakil Rektor III. Diharapkan kegiatan ini dapat berjalan secara berkelanjutan dengan target setiap bulannya mahasiswa yang mendapat beasiswa Tahfidz Qur’an mampu meng-khatam-kan dan memulainya lagi dari awal setiap bulan.

Menurut Lutfi Wakhid, S.Pd.I, Sekretaris Fakultas Tarbiyah dan Keguruan dan sekaligus Staff Kemahasiswaan dan Kerjasama mengungkapkan bahwa kegiatan ini akan menjadi kegiatan yang membuat mahasiswa semakin betah dan adem hatinya ketika berada di kampus. “Hanya dengan mendengarkan, kita langsung mendapatkan pahala dan barokah, itulah kelebihan jika kuliah di Perguruan Tinggi Berbasis Pesantren” ungkap Pak Wakhid dengan mantap.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here