Home Kabar Kampus Dua Dosen IAIDA Blokagung Banyuwangi menjadi pembicara AICIS 2019 di Jakarta

Dua Dosen IAIDA Blokagung Banyuwangi menjadi pembicara AICIS 2019 di Jakarta

163
0
Dua dosen IAIDA Blokagung yang menjadi pembicara pada AICIS 2019

Jakarta – Sabtu, 5 Oktober 2019, Perhelatan AICIS 2019 yang telah dilaksanakan pada tgl 1-4 Oktober dijakarta telah usai. Annual International Conference on Islamic Studies adalah kegiatan tahunan yg diselenggarakan oleh kementerian agama Islam republik Indonesia yg sudah diawali pada tahun 2001 dan yg diselenggarakan dijakarta adalah perhetalan yang ke-19.

Cikal bakal AICIS sesunguhnya berawal dari pertemuan para cendekiawan muslim Islam disemarang pada tahun 2001. Dan promotor awal AICIS adalah forum direktur program pasca sarjana dari lembaga tinggi Islam negara. Apa yang dipikirkan saat itu adalah mengadakan konferensi yg mirip dengan konferensi asosiasi studi timur tengah, akademi agama Amerika, dan politik-politik sejenisnya, sementara Islam hanya sebagai gerakan budaya toleransi. Situasi ini ini akhirnya membuka pintu bagi para intelektual muslim untuk lebih memperhatikan wacana Islam, terutama dalam hal bagaimana ajaran Islam harus menghadapi tantangan modernitas.

Pada pembukaan aicis yang di hadiri oleh menteri komunikasi dan informasi Rudiantara, dosen dari kampus IAIDA berhasil menjadi speaker dari 130  panel yang ada dan dari 405 paper yg diterima. Mereka adalah Zulfi Zumala Dwi Andriani SS., MA dan Nurul Inayah, SE., M.Si yg masuk sebagai peserta extended panel.

Pada AICIS 2019 di Jakarta mengangkat tema : ‘Islam digital, pendidikan dan pemuda : mengubah lansekap Islam indonesia’ sebagai tanggapan terhadap dinamika Islam saat ini diera milenium,  dihadiri lebih dari 1000 partisipan yg berasal dr seluruh Indonesia dan dihadiri pembicara dari luar negeri seperti :

– Profesor Gary Bunt, BA; MA; Ph.D; SFHEA yg merupakan profesor studi Islam dari university of Wales trinity saint David.

– Profesor Pamela Nilan yang merupakan peneliti dari Australia berpegalaman.

– Martin Slama yg merupakan peneliti dari institut for social anthropology, Australia academy of science.

Tema yang diangkat pada AICIS 2019 ini adalah : tentang persimpangan antara islam digital, pemuda dan pendidikan, pentingnya pendidikan terletak pada kapasitasnya untuk menghasilkan dan mentransmisikan pengetahuan serta untuk memberikan norma dan nilai pada audiens yg ditargetkan. Yaitu berbagai lembaga pendidikan Islam, pesantren, madrasah, PTKI, serta lembaga pembelajaran non formal yang telah ada di Indonesia selama berabad-abad.

Pada perhelatan aicis 2019 menghasilkan 3 rekomendasi untuk menyikapi digital Islam.

  1. Perlu pemahaman mendalam tentang kompleksitas Islam Digital sebagai hasil persinggungan antara silam society dengan digital teknologi. Terdapat kebutuhan pemikiran ulang atas perpektif lama studi Islam.
  2. Sarjana muslim perlu memperkaya studi digital Islam dan reorientasi metodologi khususnya terkait persinggungan Islam dengan gaya beragama anak muda milenial.
  3. Terkait pemahaman interpretatif dan wacana agama kaum muda, para pemangku kepentingan pendidikan Islam perlu melakukan langkah-langkah strategis, terintegrasi, dan komprehensif untuk mempromosikan Islam moderat di kalangan milenial.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here