Home Kabar Kampus Sistem ‘Jemput Bola’ tes SPMB IAIDA Gelombang II di masa pandemi COVID-19.

Sistem ‘Jemput Bola’ tes SPMB IAIDA Gelombang II di masa pandemi COVID-19.

36
0
Suasana tes SPMB Gelombang II dengan protokol kesehatan.

Blokagung – Kamis dan Jumát kemarin (1-2/10/2020) dilaksanakan tes Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru IAIDA Gelombang II tahun ajaran 2020/2021. Tes pada gelombang II ini sedikit berbeda dengan tes pada gelombang I yang biasanya diadakan tes tulis dan wawancara, pada gelombang II ini hanya dilakukan tes tulis, pondok memberikan waktu yang terbatas terkait interaksi dengan para santri yang masih dalam masa karantina kedua, sedangkan kebanyakan mahasiswa dan mahasiswi IAIDA adalah santri Ponpes Darussalam Blokagung. Meskipun interaksi dengan para santri sudah dibatasi, namun penerapan protokol kesehatan tetap dilaksanakan dengan sangat ketat terkait pengecekan suhu, memakai masker, cuci tangan dan memakai hand sanitizer demi menjaga kesterilan para santri yang ada di dalam pondok.

Tempat tes pun juga berbeda dari tahun-tahun sebelumnya dan dari gelombang I tahun ini, biasanya tempat tes di ruang kelas IAIDA, sistem ‘jemput bola’ pada gelombang II ini mengharuskan para penguji dan soal tes dibawa ke dalam asrama agar para calon mahasiswa dan mahasiswi bisa mengikuti tes tanpa keluar dari asrama. Para penguji sebelum masuk ke asrama juga diharuskan menerapkan protokol kesehatan dengan sangat ketat.

Suasana tes SPMB di asrama.

Menurut Moh. Aster Ardiansyah Putra, S.E., pendamping pada pelaksanaan tes SPMB kemarin dan juga pendamping ORDIK pada tahun ini mengatakan: “Kami (panitia) harus masuk ke dalam asrama dan pesantren agar para mahasiswa bisa mengikuti tes SPMB dan tetap aman di dalam pesantren. Kami (panitia) juga menerapkan protokol kesehatan yang ketat supaya para santri tetap steril di dalam pesantren, sistem ‘Jemput Bola’ harus dilaksanakan karena masa pandemi yang belum usai.” Pungkasnya.

Tes SPMB kemarin (1-2/10/2020) diikuti oleh semua calon mahasiswa dan mahasiswi baru yang ada di dalam pesantren, untuk membatasi interaksi yang diinstruksikan oleh pengasuh maka tes dilaksanakan dengan beberapa gelombang agar tidak terjadi penumpukan peserta tes. Kegiatan ini dilaksanakan mulai pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 13.00 WIB. “Alhamdulillah, kegiatan tes pada 2 hari kemarin bisa berjalan dengan lancar tanpa mengurangi prosedur yang sudah ditetapkan dan tanpa mengurangi khidmat dari tes tersebut , pastinya juga dengan protokol kesehatan yang ketat dilakukan.” Pungkas Pak Aster.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here