Home Agenda KETUA PERHIMPUNAN PRODI MPI SE-INDONESIA MENJADI PEMATERI HARI KEDUA PEMBEKALAN PLP

KETUA PERHIMPUNAN PRODI MPI SE-INDONESIA MENJADI PEMATERI HARI KEDUA PEMBEKALAN PLP

15
0

Blokagung – Minggu (07/02/2021) Dr. Sri Rahmi, MA. Ketua Perhimpunan Prodi Manajemen Pendidikan Islam (PPMPI) Se-Indonesia memberikan materi dengan tema: “Peluang dan Tantangan Alumni MPI” pada peserta pembekalan Pengenalan Lapangan Pekerjaan (PLP) di Kampus 1 Institut Agama Islam Darussalam Blokagung, Lantai 3, Ruang G-3 dan G4 dengan menggunakan aplikasi Zoom Meeting yang dikemas dalam bentuk Webinar ini berlangsung mulai pukul 08.30-10.30 WIB. Meskipun mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (Prodi MPI) mayoritas adalah santri yang tidak boleh membawa HP, panitia menyiapkan dua layar televisi yang menghubungkan Zoom Meeting, dioperasikan oleh Host dan Co-Host melalui HP yang didukung dengan Audio dan perangkatnya. Karena kondisi Pandemi Covid-19 yang belum berakhir, maka mahasiswa dari desa sekitar yang tidak mukim di Pesantren Darussalam Blokagung diberikan kebijakan boleh mengikuti kegitan tersebut dari rumah masing-masing sesuai dengan intruksi pengasuh pesantren yang meminta kegiatan mahasiswa yang mukim di pesantren dan tidak mukim di pesantren dipisah untuk mencegah penyebaran virus Corona. Mahasiswa yang mengikuti Webinar di Kampus 1 semuanya diwajibkan panitia untuk menerapkan protokol kesehatan yang ketat dengan melakukan tiga M, yaitu: memakai masker, mencuci tanga dengan Hand Sanitizer dan menghindari kerumunan.

Dr. Rahmi (sapaannya) menyampaikan kepada mahasiswa bahwa dalam persaingan pendidikan dan dunia kerja saat ini perlu menonjolkan kekhasan yang dimiliki sebagai nilai tawar dan nilai plus yang menarik minat masyarakat dan pengguna lulusan. “Mahasiswa Prodi MPI IAIDA Blokagung Banyuwangi ini harus punya kekhasan sebagaimana kampusnya, IAIDA Kan jargonnya Kampus Berbasis Pesantren ya? Nah ini bisa menjadi daya tarik kepada masyarakat dalam penjaringan mahasiswa maupun penerimaan alumni MPI di dunia kerja, karena sampai saat ini pesantren masih diakui masyarakat sebagai pelayanan jasa pendidikan yang mengutamakan nilai-nilai moral dan penanaman sikap-sikap mulia yang menjadi kepribadian dan karakter santri. Hal ini tidak dilakukan layanan jasa pendidikan non pesantren”, terang dosen pasca sarjana UIN ar-Raniri Banda Aceh ini memotivasi peserta.

Selain Dr. Rahmi, panitia juga mengundang Kepala SMK Bustanul Falah Genteng, Ahmad Nasir, S.Pd. untuk memberikan penguatan kepada peserta dari hasil pengalamannya yang sukses mendirikan dan mengembangkan sekolah berbasis pesantren sampai dikenal di tingkat nasional. Karena mahasiswa Prodi MPI diproyeksikan sebagai leader dan manager pada Lembaga Pendidikan Islam (LPI) di masa depan. Oleh kaena itulah pada penyampaian materi lebih banyak cerita dan tanya jawab seputar pendirian dan pengembangan sekolah berbasis pesantren sampai diakui kredibilitasnya secara nasional.

Pembekalan PLP hari kedua ini memang difokuskan untuk mengganti Praktik Kerja Lapangan yang pada Prodi MPI diistilahkan dengan PLP 2. PLP 2 tahun sebelumnya dilakukan dengan mengunjugi Lembaga Pendidikan yang sudah maju untuk mencari tahu startegi dan upaya-upaya yang dilakukan oleh pengelola dalam memajukan lembaganya yang dikemas dalam bentuk kunjungan, seminar dan observasi langsung ke lokasi terkait. Sedangkan PLP 1 adalah Micro Leading dan Manajemen LPI (Lembaga Pendidikan Islam) yang pembekalannya telah dilakukan hari Sabtu kemarin (06/02/2021) dengan pemateri Pendiri pesantren Full Day School Sunan Ampel Bangorejo, Drs, KH. Miftahuddin Yahya yang berhasil mengadopsi system manajemen pondok modern dan mengkolaborasikan dengan kitab salaf dan madrasah diniyah sebagai sistem pesantren salaf/tradisional, sehingga pesantrennya dalam waktu singkat dikenal, diminatai masyarakat dan memiliki santri yang banyak serta mempunyai fasilitas pendukung kegitan pendidikan yang mengagumkan. Selain itu juga menghadirkan Kepala Pendidikan dan Pengajaran Yayasan Pesantren Amanatulloh Jajag, Ustadz Amir Mahmud, S.Ag. yang berhasil mengembangkan Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah Amanatulloh dengan mengkombinasikan sistem pendidikan agama Islam dan pendidikan vokasi yang secara umum berlaku di SMK.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here