Home Agenda Tiga Dosen FTK IAIDA Blokagung Sharing Trik dan Motivasi Menembus Penerbit dan...

Tiga Dosen FTK IAIDA Blokagung Sharing Trik dan Motivasi Menembus Penerbit dan Jurnal Berreputasi Nasional

127
0
Narasumber bersama peserta kelas menulis yang diadakan oleh Fakultas Tarbiah dan Keguruan

Kamis, 16/09/2021 – Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Institut Agama Islam Darussalam (FTK-IAIDA) Blokagung mengadakan kelas menulis ilmiah bagi dosen yang dilaksanakan di ruang F4 Kampus 1 untuk offline dan via Zoom untuk online. Kegiatan ini terinspirasi dari adanya esai dan artikel dosennya yang diterima pada seleksi nasional AICIS 2021. Zainul Mun’im, M.Ahk. dan Moh. Nur Fauzi, S.H.I., MH. Adalah dosen Program Studi Manajemen Penidikan Islam (Prodi MPI) yang Artikel dan Esainya terpilih untuk diprosidingkan dan dibukukan pada perhelatan ke-20 (Annual Interntional Conference on Islamic) AICIS 2021 di UIN Raden Mas Said Surakarta

Gus Zain (panggilan akrab Zainul Mu’im, M.Ahk.) menjadi pemateri menulis artikel adalah penulis produktif yang artikelnya langganan diterima jurnal berreputasi nasional, terkini artikelnya diterima jurnal Sinta 2, akreditasi nasional yang dikelola oleh kementerian agama.  Aktifitas menulis sudah menjadi jiwanya karena terbiasa dengan budaya menulis sejak kelas satu Madrasah Tsanawiyah (setingkat SMP) saat masih “nyantri” di Pondok Pesantren Sidogiri. Berlanjut saat menjadi santri pesantren al-Hikam Malang yang diasuh oleh almarhum KH. Hasyim Muzadi.

Menjawab pertanyaan peserta terkait trik menjadi penulis produktif, Gus Zain yang saat ini juga menjadi Mudir Ma’had Aly Darussalam Blokagung menyampaikan bahwa budaya menulis itu perlu dibangun di lingkungan yang mendukung, maka usulan yang disampaikan adalah website IAIDA Blokagung harus ada space atau ruang yang bisa memuat artikel atau esai dosen dan mahasiswa. Selanjutnya Gus Zain juga menyampaikan bahwa saat mengirim abstrak di Conference sejenis AICIS, kita harus pastikan artikelnya sudah siap, jangan dibalik artikelnya belum membuat sudah mengirim abstrak. Hal ini untuk menghindari abstrak menjadi acuan ide dan data, karena abstrak seharusnya ditulis setelah artikel jadi.

Menurut penerima Awardee LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) Kemenkeu RI di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini, semangat menulisnya semakin meningkat saat menjadi mahasiswa Prof. Azyumardi Azra, karena ada tuntutan tugas setiap hari harus baca satu buku dan meresumenya menjadi satu artikel. Selain juga kewajiban menulis artikel yang terinspirasi dari beberapa artikel dengan konsep satu artikel diresume menjadi satu paragraf. Maka pemilik ID Scopus saat menjadi mahasiswa program magister tersebut telah terbiasa tulisannya dimuat di koran nasional dan jurnal berreputasi nasional.

Sementara itu Pak Fauzi (sapaan karib Moh. Nur Fauzi, S.H.I., MH.) pemateri menulis esai juga merupakan penulis produktif yang 19 esainya diterbitkan Radar Banyuwangi serta media online nasional, esainya juga menjadi juara 1 pada lomba esai di Universitas Nurul Jadid (Unuja Probolinggo). Ada satu pesan yang disampaikan dan menarik dari alumni Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo itu bahwa untuk menjadi penulis harus dimulai dengan membaca, karena tanpa membaca kita tidak punya bahan dan wacana unuk memulai dan menyelesaikan tulisan, bahkan pengagum pemikiran Gus Dur ini mempunyai lebih dari 500 judul buku yang menjadi inspirasinya menulis esai dan artikel.

Narasumber memaparkan materi dalam kelas menulis Ilmiah

Gus Haudli (sebutan untuk Dr. KH. M. Imam Khaudli) pemateri menulis buku sudah menulis 12 judul buku yang diterbitkan penerbit nasional, diantaranya yaitu: Biografi KH. Mukhtar Syafa’at edisi awal, Biografi KH. Ahmad Qusyairi Syafa’at, Buku “Manajemen Kurikulum Pesantren Tahfidh”, Menolak Pemikiran Wahabi, Bunga Rampai “Perilaku Organisasi dan Kepemimpinan Pesantren”, beberapa buku berbahasa Arab, dsb. Ada pesan menarik dari penerima beasiswa 5000 doktor di UIN KHAS Jember ini bahwa ada dua kriteria penulis, yaitu penulis yang gigih meski tidak punya potensi, maka ia pasti berhasil menyelesaikan tulisannya, sedangkan kriteria satunya penulis yang punya potensi tapi tidak gigih, maka ia akan kesulitan menyelesaikan tulisannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here